Tetapi Musa berkata: “Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kauutus.”

(Keluaran 4:13)

M.U. Me = Unik

Keluaran 4:13-17

“Jangan khawatir akan keahlian-keahlian yang tidak Anda miliki. Jangan mengingini kekuatan-kekuatan yang dimiliki orang lain. Yang Anda perlu lakukan adalah mengembangkan keunikan Anda, dan lakukanlah itu untuk membuat perkara besar bagi Allah,” demikian sebuah kutipan seorang penulis Kristen dalam salah satu karyanya. Melalui pernyataan tersebut kita diajak untuk melihat keberadaan diri kita yang berharga dan memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh orang lain.

Pengutusan Musa menjadi sebuah hal menarik untuk direnungkan. Ketika Musa diutus Tuhan, muncul keraguan dalam dirinya. Ada keraguan akan penerimaan bangsa Israel pada dirinya sebagai utusan Tuhan. Ada keraguan akan keterbatasannya untuk berbicara sebagai pemimpin, berbeda dengan kakaknya yang dipandang pandai untuk berbicara (ayat 14). Serta keraguan lain yang membelenggunya. Sehingga Musa berkata, “Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kauutus.” Apa yang diungkapkan oleh Musa mendapat peringatan tajam dari Tuhan. Memang, Musa dan kakaknya, Harun, memiliki kemampuan yang berbeda. Namun, ketika masing-masing melakukan apa yang menjadi bagiannya, maka semua dapat saling melengkapi dan yang terbaik akan dianugerahkan-Nya.

Teens, ada banyak anak Tuhan yang kerap kali mengalami keraguan akan dirinya. Ada perasaan dalam diri yang kemudian membuatnya merasa bahwa orang lain lebih hebat, lebih pandai, lebih mampu dari dirinya. Melalui kisah Musa, kita belajar bahwa kita memiliki keunikannya masing-masing (Me = Unik). Artinya, apa yang ada di dalam diri kita mungkin tidak dimiliki oleh orang lain. Kita diajak untuk mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan bagi kita, seraya dengan itu kita pun menggunakannya untuk hormat dan kemuliaan Tuhan. Jika kita mau mengembangkan, pasti ada hal positif yang bisa kita bagi kepada orang lain.