Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia?

(Mikha 7:18)

Kasih yang Ajaib

Mikha 7:18-20

Teens, terkadang kita melalukan dosa yang sama berulang kali. Setiap kali pula kita memohon ampun kepada Tuhan dan berusaha untuk tidak melakukannya kembali. Namun kita terus-menerus mengulanginya dan sering kali itu membuat kita merasa tidak enak untuk terus-menerus memohon ampun pada-Nya, seakan-akan ucapan kita hanyalah di bibir namun tidak mampu kita pertahankan. Hal inilah yang kemudian membuat banyak orang muda meninggalkan Tuhan, karena perasaan tidak enak dan perasaan berdosa yang akhirnya senantiasa menghantui diri mereka, membuat orang muda lelah dan merasa tidak layak. Inilah dampak dosa.

Saat seseorang melakukan kesalahan berulang kali, maka biasanya kita akan kesal dan kekesalan itu akan menumpuk menyebabkan kita kehilangan kepercayaan kepada orang tersebut. Jika di awal kita dapat mengampuni dengan mudah, maka setelah kesalahan yang terus-menerus biasanya semakin sulit bagi kita untuk mengampuni. Namun tidaklah demikian dengan Tuhan yang setia. Dalam bacaan kita kali ini, amat jelas dikatakan bahwa kasih setia-Nya senantiasa mengampuni orang-orang yang berdosa kepada-Nya. Tuhan yang adalah kasih tidak mungkin terus murka karena hal itu bukanlah karakter-Nya, asal kita sungguh-sungguh menyadari keadaan diri kita yang berdosa dan tidak layak untuk diampuni, dan memohon pengampunan-Nya.

Teens, pengenalan yang benar kepada Tuhan membuat kita senantiasa dapat datang dan memohon ampun pada-Nya. Mohon ampunlah kepada-Nya setiap kali kita melakukan kesalahan dan dosa walaupun itu kesalahan dan dosa yang sama yang terus-menerus kita lakukan, tanpa menumpuk perasaan bersalah itu terus-menerus. Kasih setia Tuhan dan keinginan-Nya untuk senantiasa dekat dengan kita membuat-Nya tidak akan berhenti mengampuni dosa yang kita lakukan, asalkan permohonan ampun kita tulus dan bukan pura-pura. Ia-lah Tuhan yang penuh kasih setia selama-lamanya.