Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat ….

(Roma 2:12a)

Bukan Kristen, Bagaimana?

Roma 2:12-26

Kalau orang tidak beragama Kristen, kira-kira akan selamat atau tidak? Kalau selamat, apa dasar keselamatannya? Pertanyaan seperti ini tidak mudah dijawab. Tetapi prinsipnya, hanya ada satu Tuhan yang berkuasa untuk menyelamatkan dan itu kita yakini berada dalam pribadi Yesus Tuhan. Lalu bagaimana keselamatan buat orang yang bukan Kristen?

Bagi Paulus, keselamatan ditentukan menurut standar keselamatan atau ajaran yang dikenal oleh manusia. Kalau orang mengenal Taurat, maka Tauratlah yang dipakai sebagai dasar untuk menentukan selamat atau tidaknya seseorang. Taurat tersebut akan menjadi “hakim”, yaitu apakah orang terebut melakukan tuntutan yang ada di dalam Taurat atau tidak. Sementara, buat orang yang tidak mengenal Taurat, maka jika mereka melakukan apa yang diperintahkan dalam Taurat, maka mereka menjadi hukum Taurat untuk mereka sendiri (ayat 14). Maksudnya, tanpa mengenal hukum Taurat pun, mereka akan dibenarkan jika mereka menjalankan apa yang dituntut oleh hukum Taurat. Jika prinsip ini dipegang, kita memiliki prinsip keselamatan yang “terbuka” bagi orang yang belum mengenal Kristus. Bagi kita, keselamatan hanya di dalam Kristus. Prinsip ini tidak bisa dikompromikan! Tetapi kita tidak boleh menutup pintu terhadap Tuhan yang bisa bekerja di luar agama Kristen. Bisa jadi, karya keselamatan Tuhan hadir di dalam diri orang-orang yang bukan Kristen ketika hidup mereka sangat kristiani, hidup mereka mencerminkan pribadi Yesus dalam menjalani hidup sehari-hari.

Teens, kadang-kadang orang Kristen suka menghakimi kalau orang di luar agama Kristen tidak akan selamat. Ini membuat sikap orang Kristen kurang respek terhadap orang bukan Kristen. Tuhan mau agar kita tidak menutup kemungkinan terhadap Tuhan yang bisa bekerja di luar agama Kristen, seperti apa yang Paulus ungkapkan melalui perikop ini.