“Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi ….”

(Lukas 21:34)

“Jagalah Dirimu!”

Maleakhi 2:15-16

Tembok Besar Cina mulai didirikan pada abad ke-3 SM. Tembok yang kerap disebut sebagai “Keajaiban Dunia Kedelapan” itu memiliki panjang sekitar 1.500 mil (2.400 kilometer). Tembok Besar tersebut dibangun untuk melindungi rakyat dari serbuan mendadak para pengembara dan menjaga mereka dari penyerangan yang dilakukan oleh negara-negara musuh.

Allah menyatakan dosa orang-orang Israel melalui perantaraan Maleakhi. Selain pernikahan yang tidak berkenan, Allah juga sangat membenci orang-orang yang hidup dengan kekerasan terhadap orang lain. Mereka tidak menghargai hak dan milik orang lain. Mereka hanya mencari keuntungan untuk dirinya sendiri dan menghina yang lain. Oleh karena itu, Maleakhi mengakhiri ayat ini dengan berseru, “Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat.” Maleakhi memberikan perintah agar orang-orang Israel dapat menjaga dirinya dari segala bentuk godaan dan tidak memberi kesempatan terhadap bujukan Iblis. Dengan kata lain, hanya ada dua pilihan dalam hidup umat Allah; menjadi agen Allah atau agen Iblis.

Teens, sadarlah bahwa hidup kita dikelilingi oleh banyak godaan. Godaan amarah, ketidakjujuran, keserakahan, nafsu balas dendam, menghamburkan uang, kekuasaan, kemalasan, dan berbagai kenikmatan yang ditawarkan oleh dunia. Perintah Maleakhi kepada bangsa Israel berlaku juga bagi kita agar setiap kita dapat menjaga diri sebaik mungkin. So, setiap kita perlu memiliki “tembok besar” sebagai benteng yang akan melindungi kita dari segala godaan. Ketangguhan iman, keintiman dengan Allah, dan karya Roh kudus adalah “tembok besar” yang dianugerahkan agar kita dapat menjaga diri dari serangan si jahat. Ketika kita mampu menjaga diri maka hidup kita makin sesuai dengan kehendak Allah. Namun sebaliknya, jika kita gagal untuk menjaga diri maka Iblis menang dan dosa akan menguasai kita setiap harinya.