Diary-ku

Dear Diary,

Diary, masih ingat kejadian di mana aku tidak jadi pergi ke acara sweet seventeen Ci Sherly? Entah sikapku ini benar atau tidak, tapi aku bersyukur karena pada akhirnya aku tidak pergi ke acara itu. Lebih tepatnya, aku bersyukur karena aku tidak jadi pergi dan pulang dengan mobil Ko Alex.

Hari ini SMA kami gempar. Ada satu kejadian yang mengguncang satu sekolah. Mobil Ko Alex mengalami kecelakaan. Salah satu penumpang yang adalah kakak kelasku meninggal dunia setelah dua jam koma, sementara Ko Alex dengan penumpang satunya mengalami luka-luka.

Kalau aku dengar-dengar dari sumber sana-sini, kejadiannya begini. Saat itu Ko Alex bersama dua penumpang tersebut sedang dalam perjalanan pulang. Ko Alex hendak mengantar kedua temannya terlebih dahulu, sesuai janjinya. Tidak ada apa-apa, semuanya berjalan normal. Hanya saja memang karena menurutnya jalanan sedang sepi, Ko Alex mengemudi dengan kecepatan tinggi. Ngebut-ngebutan. Hingga akhirnya tiba-tiba mobil menabrak tiang reklame dengan sangat keras, dan sukses membuat mobil tersebut rusak dan tiga orang di dalamnya mengalami luka-luka.

Diary, aku bisa membayangkan kalau aku adalah salah satu di antara mereka. Membayangkan bahwa malam itu aku duduk di mobil tersebut, menikmati perjalanan, dan tiba-tiba BAM! Aku sudah tidak berada di dunia ini lagi. Mungkin malam sebelum aku pergi merupakan malam terakhirku bersama kedua orangtuaku, bersama adikku. Menyedihkan sekali ya Diary?

Setelah ini, aku bertekad akan mendatangi Papa Mama, memeluk mereka, meminta maaf pada mereka karena aku sempat ngambek saat aku tidak diperbolehkan pergi ke acara tersebut, dan berterima kasih atas larangan mereka. Diary, aku menyadari bahwa tidak selamanya larangan orangtua itu buruk. Orangtua mempunyai maksud baik dari setiap larangan mereka. Tuhan tolong pulihkanlah Ko Alex dan temannya…