Dan selanjutnya kata Yesaya: “Taruk dari pangkal Isai akan terbit, dan Ia akan bangkit untuk memerintah bangsa-bangsa, dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan menaruh harapan.”

(Roma 15:12)

Taruk dari Pangkal Isai

Roma 15:11-13

Tini baru memasuki SMA di sebuah kota di Australia. Tradisi di sana adalah setiap malam Minggu mereka mengadakan pesta gaya anak muda, dan untuk pertama kalinya ia diundang menghadirinya. Namun Tini begitu kaget karena di dalam pesta tersebut dihidangkan minuman keras dan hal-hal lain yang tidak baik menurut iman Kristen. Secara spontan, Tini menolak (rupanya dia adalah remaja Kristen yang sungguh-sungguh menjaga kekudusan hidupnya) dan alhasil dia tidak pernah lagi diajak pesta. Dia kemudian diejek, diremehkan, dan dikucilkan. Tapi herannya Tini tidak down, malahan bersyukur oleh karena ia tetap bisa menjaga pergaulannya dengan baik. Rupanya Tini memiliki iman yang berakar kuat sehingga tidak mudah ikut arus dan melakukan hal yang buruk.

Pada bagian ini Paulus mengutip Yesaya 11:10 yang menyatakan nubuat tentang Mesias. Iman yang kokoh dibangun berdasarkan kepercayaan kepada Sang Mesias yang sudah dijanjikan sejak zaman Nabi Yesaya, bahkan lama sebelumnya. Kokoh karena Dia bagaikan taruk, yaitu tunas, yang menjadi jangkar dan fondasi iman kita. Dan Mesias itu tidak lain adalah Tuhan Yesus, keturunan Isai, yang mati disalib dan bangkit untuk menebus dosa manusia. Paulus menekankan bahwa tanpa kepercayaan kepada kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus maka iman kita tidak akan teguh.

Teens, salah satu berita yang memberikan kita penghiburan kekal adalah bahwa kita bukan beriman berdasarkan pikiran kita. Mengapa? Karena pikiran kita mudah berubah dan terombang-ambing oleh berbagai pengaruh dunia ini! Dan iman juga bukan berdasarkan tindakan kita, sebab tidak ada tindakan kita yang mampu membuat kita beriman. Satu-satunya dasar iman adalah karya kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus. Dengan dasar iman seperti itu, kita tidak akan goyah! Seperti Tini yang menang, masihkah kita rindu menjadi pemenang iman? Semoga!