Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

(Kejadian 1:2)

Zona Allah

Kejadian 1:1-3

Eben Alexander adalah seorang pakar di bidang bedah syaraf. Sebelumnya dia adalah salah satu ilmuwan yang berteori bahwa Allah itu secara nyata tidak ada. Allah hanya ada di dalam konsep yang dibentuk di dalam otak manusia. Eben berkeyakinan bahwa jika otak manusia mati maka secara otomatis juga Allah akan hilang. Suatu hari ia mengalami koma selama tujuh hari. Kolega-kolega yang merawatnya memperhatikan bahwa otak Eben sudah mati dan mereka menduga sebentar lagi ia akan mati. Namun pada hari yang ketujuh, tanpa disangka, Eben siuman. Ketika kolega-koleganya bersaksi bahwa selama koma tujuh hari itu otaknya sudah mati, Eben sangat terpesona. Sebab selama tujuh hari koma itu Eben mengalami fenomena perjumpaan dengan sosok malaikat, tempat seperti surga, dan fenomena supranatural lainnya. Nah, sejak saat itu Eben berkeyakinan bahwa keberadaan Allah di luar fungsi otak manusia.

Kesaksian Alkitab dalam bacaan kita kali ini jelas, bahwa sebelum adanya bumi dan segala isinya; sebelum adanya cakrawala dan alam semesta ini; Allah itu sudah ada. Bahkan secara tegas Alkitab bersaksi bahwa Allah-lah yang mencipta alam semesta ini. Alkitab juga bersaksi bahwa keberadaan Allah tidak bergantung dari ciptaan-Nya. Artinya, suatu saat bumi ini akan lenyap, segala ciptaan Allah akan hancur, namun tidak otomatis bahwa kalau bumi ini lenyap maka Allah pun lenyap. Tidak! Ada atau tidak ada bumi ini, Allah tetap ada! Hancur atau tidak hancur alam semesta, Allah tetap akan seperti apa adanya diri-Nya! Bukan Allah yang bergantung pada ciptaan namun justru ciptaan-lah yang bergantung pada-Nya. Allah memiliki zona-Nya sendiri yang melampaui zona semesta.

Teens, sering kali manusia merasa hebat, pintar, dan mampu menjelaskan segala apa yang ada di kolong langit ini. Dengan otaknya, dengan kepandaiannya, dengan teknologinya, manusia berusaha untuk menguraikan segala rahasia alam semesta ini. Menggunakan otak, kepandaian, dan kemampuan memang baik, namun ketika itu berhadapan dengan zona Allah, maka semuanya nothing!