Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

(Lukas 2:52)

Pribadi yang Bertumbuh

Lukas 2:41-52

Setiap orang bertumbuh, sama seperti tanaman, dan juga hewan bertumbuh. Bukan dalam arti kiloan atau berat, dan juga bukan soal meteran atau tinggi; bukan hanya soal fisiknya. Manusia punya banyak pertumbuhan dan perkembangan lainnya. Perkembangan kemampuan berpikir, kemampuan bersosialisasi, kemampuan mengambil keputusan secara moral, kemampuan menghadapi tantangan, dan tentunya pertumbuhan mental. Nah, semua ini tidak tampak secara fisik, tetapi nyata dalam keseharian kita. Ada tingkat kesukaran hidup yang harus kita jalani dalam setiap jenjang pertumbuhan kita.

Teens, yang bertumbuh itu bukan cuma manusia, melainkan Yesus juga. Inilah kesaksian dari teks Alkitab yang kita baca tadi. Ada pertambahan usia tiap tahun, ada masa akil balig sehingga Yesus menjadi dewasa menurut Taurat, lalu di usia 12 tahun sebagaimana tradisi Yahudi, ‘anak Maria dan Yusuf’ ini turut bersama keluarga besarnya ke Bait Allah. Di sana Ia menunjukkan perkembangan iman, dan kemampuan-Nya secara intelektual. Ia tahu identitas diri-Nya sebagai Anak Bapa dan harus berada di mana, sementara Ia memilih ber-soal-jawab dengan para alim ulama di Bait Allah. Yesus bertambah besar dan semakin dikasihi oleh Allah dan manusia, itulah hasil dari pribadi yang bertumbuh.

Menarik sekali Allah di dalam Yesus Kristus memberi teladan arah pertumbuhan dan hasil yang diharapkan dari perkembangan pribadi kita. Bagaimana kita saat ini, apa kita terus bertumbuh sebagai pribadi yang semakin dikasihi Allah dan manusia? Ketika kita terus bertumbuh, maka ada luka dan proses pemulihan luka yang kita lewati, semua itu membawa kita menjadi pribadi yang tangguh. Semakin mengasihi Tuhan dan sesama.