Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban.

(2 Timotius 1:7)

Swiss Made

2 Timotius 1:6-8

Teens, tahukah kamu bahwa jam tangan bagus dan mahal berasal dari Swiss, khususnya berasal dari kota Jenewa? Teman saya pernah bercerita tentang kisah jam-jam tangan yang berasal dari Jenewa. Rupanya ada hubungannya dengan bapak gereja kita, Johannes Calvin. Dulu, Calvin sangat disiplin dan ketat sekali dalam mengatur gereja. Dia melarang berbagai benda dibuat oleh anggota gereja yang berhubungan dengan Tuhan maupun tokoh-tokoh Alkitab. Patung-patung, ukiran-ukiran, tidak diperbolehkan dimiliki oleh anggota gereja. Dia juga melarang anggota gereja untuk datang terlambat ketika ibadah. Akhirnya penduduk Jenewa, umumnya anggota gereja, berpikir untuk membuat sesuatu yang bagus, tidak menyalahi aturan Calvin, dan berguna untuk menunjukkan kedisiplinan. Mereka membuat jam, baik jam dinding maupun jam tangan, yang bagus yang bisa mereka pakai tetapi juga tidak dilarang oleh gereja.

Timotius dinasihati oleh Paulus, guru spiritualnya. Sebagai pengajar muda, Timotius berhadapan dengan banyak tantangan. Dia harus berhadapan dengan orang-orang yang lebih tua darinya. Para pengajar palsu sering kali menyerangnya sebagai pengajar muda. Paulus menasihatkan Timotius untuk berani menghadapi berbagai tantangan tersebut. Yang menarik adalah kata-kata motivasi Paulus, yaitu Tuhan memberikan kepada Timotius bukan roh ketakutan, tetapi roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Dengan perkataan ini Paulus menguatkan Timotius bahwa Tuhan berpihak kepadanya, sebab Tuhan memberikan ketertiban bukan kekacauan dalam jemaat.

Teens, apakah cerita teman saya adalah cerita yang sesungguhnya tentang lahirnya jam-jam bagus dari Swiss? Bisa benar, bisa juga tidak. Tetapi kita belajar bahwa ketertiban dan kedisiplinan sangat dibutuhkan dalam kehidupan beriman. Tuhan mencintai ketertiban bukan kacau balau, walaupun tertib tidak identik dengan kaku dan tidak memberikan kebebasan. Generasimu memang dikenal sebagai generasi yang semau-maunya, kurang disiplin dan tidak rapi. Entah kamu setuju atau tidak dengan ‘cap’ ini pada dirimu. Namun kamu pasti juga mencintai kerapian, teratur dan ketertiban, bukan? Mari kita mulai dari diri kita sendiri. Rapi, tertib dan teratur tetapi tetap luwes dan bebas.