“Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”

(Lukas 23:34)

Ya Bapa, Ampunilah Mereka

Lukas 23:33-34

Salib adalah hukuman yang amat mengerikan. Bayangkanlah hukuman salib yang harus ditanggung oleh Yesus. Betapa hebat siksaan yang Yesus harus alami menjelang hukuman salib. Ia juga harus memikul salib berat ke atas bukit. Ditambah lagi paku-paku tajam yang menusuk kaki dan tangan, dan tentu saja teriakan orang-orang yang menghina-Nya sepanjang hukuman berlangsung.

Dari tuturan Alkitab, derita lain yang harus Yesus alami adalah pengkhianatan. Pengkhianatan yang menyakitkan dimulai dari murid-Nya sendiri, bendahara kelompok Yesus. Yudas namanya. Ia menjual Yesus dengan harga 30 uang perak. Seberapa besar 30 uang perak? Kita tidak tahu. Tetapi menurut Zakharia 11:12, upah seorang gembala domba yang dimintanya adalah 30 uang perak. Pengkhianatan lain dilakukan oleh orang-orang yang dulu mengelu-elukan Yesus, memuja-Nya dengan teriakan: “Hosana… Hosana…!” Kini mereka juga yang berteriak: “Salibkan Yesus… Salibkan Yesus…!” Namun pengkhianatan yang paling menyakitkan adalah dari murid yang mengaku dekat, siap membela Yesus sampai mati. Namanya Simon atau Petrus. Ketika orang bertanya, apakah ia murid Yesus, dengan segera ia menjawab, tidak. Menariknya Yesus mengampuni dan mendoakan mereka semua yang menyiksa, mengkhianati, dan membunuh-Nya.

Pengampunan dalam cerita Yesus adalah tindakan pembebasan. Membebaskan mereka yang menganiaya. Pengampunan juga membebaskan diri sendiri dari kebencian dan dendam. Itulah yang kemudian diulangtuliskan oleh Lewis B. Smedes, “To forgive is to set a prisoner free and discover that the prisoner was you.” Indah sekali bukan? Maukah kita melakukan seperti yang Tuhan Yesus sudah lakukan? Memang awalnya sangat sulit dan sepertinya tidak masuk akal. Masa sih jawaban dari konflik adalah pengampunan? Lakukan dan kamu akan tahu kebenarannya!