Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain ….

(Efesus 4:32)

Zombie

Efesus 4:32

Salah satu film yang menyeramkan buat saya adalah Zombie. Film buatan tahun 1979 itu mengisahkan tentang satu daerah yang penduduknya menjadi ‘mayat hidup.’ Sebenarnya mereka sudah mati tetapi hidup kembali tanpa perasaan. Seorang penduduk ‘tertular’ menjadi zombie karena terkena gigitan dari si zombie. Akhirnya seluruh isi daerah tersebut menjadi zombie. Tidak ada pilihan lagi bagi ‘sang jagoan’ untuk pergi meninggalkan daerah tersebut, daripada dia harus menjadi zombie: hidup, tanpa perasaan.

Paulus menyebutkan salah satu ciri manusia baru adalah bersikap ramah kepada sesama. Hal ini sungguh menarik sebab Paulus mencoba menghubungkan hidup dalam Kristus dengan keramahtamahan yang jemaat Efesus tunjukkan kepada orang lain. Menurut Paulus, seluruh hidup kita sudah diselamatkan oleh Kristus, maka tidak boleh lagi kita hidup tanpa rasa peduli dan belas kasihan kepada sesama. Saat kita bisa merasakan dan berbagi dengan orang lain, kita sedang mengisi hidup ini dengan nilai-nilai yang Kristus ajarkan. Dia terlebih dulu mengajarkan kepedulian, pengampunan dan belas kasihan kepada orang lain.

Teens, kamu mungkin termasuk generasi Z karena kamu lahir antara tahun 2000-2010. Beberapa orang ‘memplesetkan’ generasi kamu sebagai generasi “Zombie.” Generasi yang tidak peduli terhadap orang lain. Lebih nyaman berelasi dengan teman dunia maya di jejaring sosial daripada pertemanan nyata. Generasi yang ‘kehilangan’ perasaan kasih bahkan terhadap orang terdekat. Benarkah demikian Teens? Tuhan memberikan perasaan kepada kita, Teens, agar kita dapat merasakan indahnya hidup. Dia memberikan kita perasaan saling mengasihi dan peduli terhadap sesama kita. Inilah yang membuat kita tetap hidup sampai sekarang. Jangan mau disebut sebagai generasi Zombie, Teens. Tunjukkan sayangmu kepada orang lain di sekitarmu.