Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja.

(Amsal 21:25)

Cuma Mimpi?

Amsal 21:25

Lukisan pada langit-langit Kapel Sistina seluas kurang lebih 3.658 meter persegi adalah salah satu mahakarya dari zaman Renaisans yang banyak dikunjungi dan dikagumi orang hingga saat ini. Fresco itu dilukis oleh Michelangelo dalam rangka memenuhi permintaan Paus Yulius II. Ia melukisnya dengan kepala mendongak sambil berdiri di atas pijakan-pijakan kayu yang diciptakannya sendiri. Posisi tubuh seperti itu membuatnya merasa sakit dan sangat tidak nyaman baik secara fisik maupun emosional. Sampai-sampai dalam salah satu ucapannya, Michelangelo mengatakan bahwa setelah menderita selama empat tahun dalam mengerjakan lebih dari 400 figur, ia merasa setua dan selelah Yeremia. Walaupun ia baru berumur 37 tahun pada saat itu, tetapi teman-temannya sudah tidak mengenali dirinya yang lebih mirip seperti laki-laki tua.

Teens, sebuah mahakarya, apa pun itu, tidak pernah terjadi dalam sehari semalam dengan duduk berpangku tangan sambil mengucapkan mantra. Ada harga yang harus dibayar! Sebagian kita mempunyai banyak mimpi, tetapi sering hanya berhenti sampai di situ tanpa keinginan untuk bangun dan mewujudkannya. Lalu, ketika kesempatan telah lewat, kita duduk dalam penyesalan dan merasa bukan siapa-siapa atau orang yang gagal. Padahal, sebenarnya kita belum berusaha atau sekalipun sudah berusaha, paling hanya sedikit berusaha.

Penulis Amsal menasihatkan bahwa tidak cukup seseorang hanya punya keinginan saja kalau ia tidak menggerakkan tubuhnya untuk bekerja. Hanya sebatas keinginan tidak akan menghasilkan apa-apa, bahkan malah bisa menghancurkan hidup orang itu, membuatnya stres atau depresi. Teens, mempunyai keinginan atau mimpi adalah sesuatu yang baik. Namun itu barulah awal. Selanjutnya adalah bangun dan bekerja keras. Ayo Teens, jangan cuma mimpi. Bangunlah dan wujudkan itu!